Tuesday, November 4, 2014

cerpen benci jadi cinta

Posted by Unknown at 1:44 AM
Benci jadi cinta


Pada pagi yang indah diwarnai dengan kegembiraan di sekolah SMA Semarang anak anak berdatangan ke sekolah salah satunya wardah dan indah, mereka berdua menuju kelas barunya yaitu kelas XI C, sampai di kelas teman temannya termasuk yudi dan gengnya. Tiba tiba setelah wardah dan indah menginjak lantai kelas XI C teman teman menetertawakannya.
“ada apa ni dah? Kenapa teman teman menetertawakan kita? apa ada yang salah dengan    penampilanku?”
“ aku juga gak tau mungkin iya mereka menetertawakan kita yaudah jangan dipikirin jangan rusak hari ini dengan kemarahanmu”
Mereka duduk tiba tiba, yudi dan gengnya membuat kelas sangat ricuh mereka adalah preman kelas XI C menurut wardah sihh, dan sangat nakal bahkan guru pun dijailin.
Ibu gurupun datang dan menyapa murid muridnya.
            “selamat pagi anak anak”
            “pagi buk”
Wardah adalah gadis remaja yang cantik dan pintar bahkan di sekolah ia menjadi bunga sekolah tapiii, ada satu ya kita tak patut contoh dari wardah ia mempunyai sifat pemarah.
Hari berikutnya sekolah akan memilih murid untuk menampilkan drama “ROMANTIC”
Yudi memerankan sebagai pangerannya gak kalah misterisnya yang jadi ratunya ternyata oh ternyata wardah heeee, saat wardah mendengar itu semua, wardah terkejut dan rasa bencinya pada yudi semakin merajalela dia tak dapat menahan kebenciannya pada yudi lagi (preman kelas)
            “apa kalian sudah melihat pengumumannnya?”
            “sudah bukk”
            “ bu saya gak bisa memerankan juliet? Saya mengundurkan diri”said wardah
“kenapa wardah sekolah memilih kamu karena kamu berprestasi dan sekolah tau kamu bisa memerankannya?” said teacher
“tapi, kenapa dia yang memerankan romeonya ibu sudah tau kan jika saya membencinya (sambil menunjuk yudi (preman kelas) yang ada disamping kirinya)
“pihak sekolah ingin yudi seperti kamu dan kebencian kamu terhadap yudi semakin berkurang dengan adanya kebencian ini” said teacher
“tapi kenapa saya bu?
“Banyak anak lain yang bisa dijadiakan gurunya atau apalah” said wardah
“ sudahlah keputusan sekolah sudah bulat jangan dibantah lagi”
“ heyyyyy, sadar kamu itu egois hanya mementingkan diri sendiri kamu itu gadis yang paling pemarah yang pernah aku kenal”said yudi
“sudah sudahlah jangan berdebat”
Pada suatu malam yng dihiasi bintang dan bulan wardah menyendiri di kolam berenang sambil memercikkan air ke kakinya dia berfikir tentang  yudi
“kenapa yaa teman teman menganggap aku pemarah? masa’ sih aku pemarah aku gak merasa jika aku pemarah dan aku tak pernah menyangka hidup aku terpenuhi dengan kebencian heee aku capek mikirin itu”
Hari demi hari, waktu demi waktu terus berlalu latihan pun tiba untuk mempersiapkan drama tepat hari itu latihan pertama yudi gak datang ke latihan tersebut wardah sangat marah dengan kejadian tersebut
            “mana sih pak si preman kelas itu lelet banget” said wardah
            “tunggu sebentar, kita tunggu dulu mungkin dia masih diperjalanan”
Beberapa waktu kemudian
“mulai saja pak kita 1 jam lebih udah menunggunya tapi mana dia gak datang pak dia itu gak disiplin pak heeee”
Pada saat selesai semua anak anak udah pulang yudi tiba tiba datang,,,,,,,
            “sorry sorry pak tadi macet dijalan pak” said yudi
            “itu bukan alasan pak (sambil emosi) heee”
Waktu demi waktu terus berjalan latihan kedua pun tiba
“wardah yudi jiwai drama ini dengan serius dan sungguh sungguh masalah pribadi kalian jangan bawah ke drama ini” said teacher
            “yaa pak” said yudi dan wardah
“pangeran jangan tinggalkan aku , aku tak sanggup hidup tanpamu hidupku tak berarti tanpa mu” (saat latihan)
“putri, maafkan aku, aku tak bisa menerangi gelapmu lagi aku tak bisa menjadi sinar dihidupmu lagi relakan aku putri tetap jiwaku, ragaku dan hatiku hanya untukmu satu”
“aku rela mengorbankan hidupku untuk cinta kita untuk kita bersama agar kita terus bersama selamanya”
“cut, cut tolong lebih dijiwai wardah yudi ini drama romantis bukan drama orang bermusuhan ngerti kamu” sambil marah
“yaaa pak ngerti” said yudi and wardah
Pada saat pulang dari latihan sangat malam dan hujan gerimis wardah terletih letih berjalan ditengah hujan di jalan raya bajunya basa karena sopirnya tidak menjemputnya pada saat itu petir bergemuru hujan gerimis pun menjadi hujan deras dan yudi pun menawarkan wardah untuk ikut dengannya”
“heyyyy mau ikut aku apa nggak ini hujan deras lho aku dengar sih tempat ini cukup angker, yaudah kalau gak mau dulaun yaa daaaaa” said yudi
“heyyyy aku ikut ini karena aku dipaksa yaa lagi pula kita kan searah “ duduk dibelakang said wardah
“heyyy kamu fikir aku sopir kamu apa duduk didepan” said yudi
“yaa yaa”
“ikhlas kale kalau ingin bantu” said wardah
Sampai dirumahnya wardah hujan pun berhenti wardah turun tanpa mengucapkan terima kasih nyelonong aja
            “heyyy ucap makasih atau apa lah hey hey” said yudi
Sampai dirumahnya sangat malam tapi seperti kebiasaannya di kolam berenang kalau bukan berfikir apa lagi,,,,
“tak ku sangka tak kuduga ternyata yudi punyak hati juga yaa dia juga memikirkan orang lain mungin aku yang terlalu sensitif dengannya”
Hari esok puntiba wardah berangkat sekolah samapai disekolah dia curhat sama  indah tentang kejadian tadi malam,,,,
            “indah aku mau curhat” said wardah
            “yaa curhat aja aku siap dengerin kok” said indah
“tadi malam aku pulang sendirian pada saat hujan deras sopir aku gak jemput aku aku pun basa basa tiba tiba yudi menawarkan aku untuk ikut dengannya aku ikut”
“double what what triple iuu iuu iuu”
“iyaa aku harus ngucapin terima kasih atau nggak yaa”
“ yaa harus lah namanya juga ditolongin”
Wardah pun menemui yudi dan berkata terima kasih kepadanya atas bantuannya
            “hey makasih udah nolongin aku tadi malam” said wardah
            “yaa gak papa” said yudi
Hari demi hari mereka selalu dekat makan bersama curhat bersama bahkan jalan bersama dan setiap hari ketemu latihan tiba saatnya penampilan drama
            “pangeran hidupku tanpamu tak berarti jiwaku kosong tanpamu”
            “begitu pun aku putri hidupku tak sempurna karena kehilangan mu dari diriki”
Penonton bertepuk tangan histeris
            “ hooooooo hooooo”
Saat sudah selesai penampilan dramanya yudi menemui wardah didepan panggung di depan semua orang yudi memegang tangan wardah tanpa drama
“wardah sebenarnya aku sayang sama kamu sejak malam itu aku nolongin kamu maukah kamu menjadi kekasihku” said yudi dengan sungguh sungguh
“terima terima terima” penonton berteriak
“yudi kamu itu preman kelas aku ini kebanggaan sekolah aku gak bisa bersama dengan preman kelas tapi aku hanya bisa bersama preman pencuri hati aku yaitu kamu jadi gak perlu jelasin apa apa sama kamu semuanya sudah jelas aku mau” said wardah
“ye ye ye ye ye ye ye” penonton berteriak
“sambil diputar lagu romantis ini oleh teman temannya” utopia mencintaimu sampai mati
“dalam sepi”
“engkau datang”
“beriku kekuatan”
“tuk bertahan”
“kau percaya”
“aku ada”
“kau yang aku inginkan selamanya”
Reff    “kau adalah hatiku”
            “kau belahan jiwaku”
            “seperti itu ku mencintaimu sampai mati”
            “huhuhuhuuuuu”
            “dihidupku yang tak sempurna”
            “kau adalah hal terindah yang kupunya”
Back to reff
            “seperti itu ku mencintamu sampai mati”
Yudi memeluk wardah selayaknya di drama malahan lebih dari drama
            “ini namanya benci jadi cinta” said tema teman mereka”
            “makanya apa aku bilang benci dan cinta itu sanagt tipis perbedaannya” said indah


By : imroatun nadifah
Viii smp al-ghazali

Message from this story :
cintailah orang semestinya karena kamu belum tau kapan kamu akan akan membencinya &
bencilah seseorang seadanya karena kamu belum tau kapan kamu akan mencintainya.
        



            

0 comments:

Post a Comment

Lorem Ipsum

 

imroatunnadifah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea