LAPORAN PRAKTIKUM
(penelitian pertumbuhan pada kacang
hijau)
PERTUMBUHAN
Oleh : imroatun nadifah (068)
: joko anggi agustino (069)
: imam utwan al-arif (067)
: imam syafi’i (066)
Penelitian praktikum
Sekolah menengah pertama
Al-ghazali
Kec. Batang batang
2014 – 2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan ke hadhirat Allah S.W.T yang telah memberikan keluasan waktu dan kesehatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran“Biologi” yang diampuh oleh Ibu Hoyyida. Jenis tugas yang diberikan adalah pengamatan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan tanaman. Metode penugasan yang diberikan adalah menyusun Laporan praktikum tentangPertumbuhan Biji Kacang Hijau
Melalui penugasan ini diharapkan para siswa dapat memahami tentang Pertumbuhan
dan Perkembangan Tanaman yang pada gilirannya dapat diimplementasikan dalam kegiatan
pembelajaran. Selain itu manfaat yang dapat dirasakan adalah
meningkatnya kompetensi pembelajaran para siswa yang sebagian
besar merupakan siswa yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Semoga Laporan ini dapat menjadikan frame of
think(kerangka pikir) dalam mengambil suatu putusan pembelajaran, pisau
pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan sebagai bagian hidup yang
integratif Kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan demi kelengkapan dan
penyempurnaan tugas mandiri ini.
SUMENEP,
20 AGUSTUS 2014
PENULIS
Bab 1
Pendahuluan
1.1
latar
belakang
Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mempunyai ciri sebagaimana makhluk hidup
lainnya. Salah satu ciri tumbuhan adalah mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Pertumbuhan pada tanaman dapat dilihat dari makin besarnya suatu
tanaman yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah
besar.dan bersifat tidak dapat balik (irreversible). Selain tumbuh, tanaman
juga mengalami perkembangan. Perkembangan adalah peristiwa biologis menuju
kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk
tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan secara
stimultan (pada waktu yang bersamaan). Perbedaannya terletak pada faktor
kuantitatif karena mudah diamati, yaitu perubahan jumlah dan ukuran. Sebaliknya
perkembangan dapat dinyatakan secara kualitatif karena perubahannya bersifat
fungsional.
Tumbuhan yang masih
kecil, belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang
terdapat di dalam biji, yang dinamakan kecambah (plantula). Awalperkecambahan
dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Masa dormansi adalah berhentinya
pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai.
Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan masuknya air ke dalam biji suatu
tumbuhan, yang disebut dengan proses imbibisi. Imibibisi ini terjadi karena
karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering.
Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya
dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio yang menyebabkan biji tersebut
melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang
disimpan pada endosperma atau kotiledon, dan nutrien-nutriennya dipindahkan ke
bagian embrio yang sedang tumbuh.
Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga
tumbuhan. Embrioatau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian, yaitu akar
lembaga/calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan bayang lembaga
(kaulikulus).
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah
satunya, yaitu faktor cahaya. Cahaya kelihatannya merupakan petunjuk utama yang
memberi tahu benih bahwa ia telah menembus tanah. Kita dapat menipu biji kacang
hijau, sehingga biji mengecambahkan biji dalam kegelapan.
Dari keadaan tersebut, kami termotivasi untuk melakukan pengamatan terhadap
pertumbuhan biji kacang hijau didua tempat berbeda yaitu di tempat gelap dan
terang. Pemilihan tempat ini sudah melalui pertimbangan pada beberapa faktor.
Untuk itu kami membuktikannya dengan melakukan pengamatan seperti yang
tercantum pada laporan ini.
1.2
Tujuan
Ø Untuk mengetahui faktor faktor yang
memepengaruhi proses proses pertumbuhan pada tanaman.
Bab 2
TEORI
PUSTAKA
ü Pertumbuhan dapat di artikan sebagai
suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara
irreversible atau tidak dapat kembali ke bentuk semula sedangkan.
ü Perkembangan adalh peristiwa
perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran
tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
ü Pada proses pertumbuhan selalu
terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan
protoplasmaberbeda dengan pertumbuhan , perkembangan bukan merupakan besaran
sehingga tidak dapat diukur, perkembangan pada tumbuhan diawali sejak terjadi
fertilisasi, calon tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi
menjadi zigot, embrio dan akhirnya menjadi sebatang pohon.
ü Perkembangan merupakan proses
perubahan makhluk hidup denagn pembentukan organ – organ yang mengarah pada
kedewasaan. Pupuk sangat dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan zat zat yang
dikandung pupuk digunakan bagi pembentuk sel sel baru dan kelancaran
metabolisme tanaman. Tumbuhan memerlukan sejumlah mineral , tanaman yang tidak
diberi pupuk akan kekurangan mineral sehingga pertumbuhan nyaterganggu atau
kurang baik.
A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan tanaman
a. Faktor Internal
· Gen
Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi atau
berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen ‘baik’ dan didukung oleh
lingkungan yang sesuai akan.memperlihatkan
pertumbuhan yang baik.
· Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan.
b. Faktor Eksternal
· Air
Fungsi air antara lain :
- Untuk
Fotosintesis
- Mengaktifkan
reaksi-reaksi enzim
- Membantu
proses perkecambahan biji
- Menjaga
(mempertahankan) kelembapan
- Untuk
transpirasi
- Meningkatkan
tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel
- Menghilangkan
asam asbisat
· Suhu
/ Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor
yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan
hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C.
Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat
mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
· Kelembaban
Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan
serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi
tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya
penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
· Cahaya
Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk
dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman
kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna
tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari
dapat menghambat proses pertumbuhan.
· Nutrien
Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan
hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro
(makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen,
sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang
dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien).
Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan
molibdenum.
Kekurangan nutrien di
tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami
defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang
dengan tidak sempurna.
· Kelembapan
Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui
daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur
hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang
diserap dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas
pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan
tumbuhan membesar.
B. Hipotesis
Biji
kacang hijau yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat dibandingkan
biji kacang hijau yang tumbuh di tempat yang terkena matahari.
Bab 3
Metode praktikum
(metode penelitian dialkukan dengan cara eksperimen)
3.1 ALAT DAN BAHAN
1. 4 GELAS ‘AQUA’
2. BIJI
KCANG HIJAU 10
3. TANAH 1
CANGKIR
4. PUPUK
KANDANG 1 CANGKIR
3.2 LANGKAH KERJA
1.
menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. merendam
kacang hijau yang akan ditanam kira kira ‘8 jam’
3.
memasukkan alat dan bahan ke gels ‘AQUA’ yang disediakan
4. menanam
minimal 4 biji kacang hijau yang akan di letakkan ke gelas ‘AQUA’
5. menandai
masing masing kacang hijau
6. letakkan
menurut aturan
7. menyiram
biji biji kacang hijau pada gelas ‘AQUA’ secukupnya penyiraman ini dilakukan
dengan frekuensi 1 kali sehari
8. mengujur
batang kacang hijau, ketika muncul daun pertama pada tumbuhan kacang hijau.
Bab 4
Tabel pengamatan
|
no
|
perlakuan
|
Hari ke (cm)
|
Ket.
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1
|
Air +
tumbuhan
(terang)
|
0,5
|
1
|
1,1
|
1,3
|
berhasil
|
|
2
|
Tanah +
air +tumbuhan
(terang)
|
0,5
|
0,7
|
0,8
|
1
|
berhasil
|
|
3
|
Air +
tumbuhan
(gelap)
|
0,5
|
1
|
1,3
|
1,5
|
berhasil
|
|
4
|
Air +pupuk
+ tumbuhan
(terang)
|
0,5
|
1,2
|
1,4
|
1,6
|
berhasil
|
|
5
|
Air +
pupuk + tanah + tumbuhan
(terang)
|
0,5
|
1,5
|
2
|
2,3
|
berhasil
|
1. Air + tumbuhan di tempat terang
lebih kecil daripada air = tumbuhan di tempat gelap karena ada pengaruh negatif
dari cahaya matahri jika berlebihan terhadap pertumbuhan kacang hijau.
2. Air + pupuk + tumbuhan di tempat
terang lebih berhasi karena dia mendapat mineral (pupuk) .
3. Air + tumbuhan + tanah dan pupuk
kenapa paling berhasil? Karena tumbuhan ini paling banyak mendapat bahn bahannya
semua ada dfiperlakuan no 5
4. Biji kacang hijau yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat
dibandingkan biji kacang hijau yang tumbuh di tempat yang terkena
matahari. (hipotesis)
Bab 5
Penutup
5.1 KESIMPULAN
(dari
praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan )
A. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik
kesimpulan yaitu sebagai berikut.
1. Tumbuhan dalam hal percobaan kali ini adalah
kacang hijau yang tumbuh di daerah gelap tumbuh lebih optimal dan cepat karena
peristiwa etiolasi dan tidak terurainya hormon auksin, sehingga akan terus
memacu pertumbuhan batang kacang hijau. Meskipun tanaman kacang hijau ini
tumbuh lebih tinggi, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang baik,
batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan
klorofil sehingga daun terlihat pucat.
2. Tanaman kacang hijau yang diletakkan
di tempat terang tumbuh lebih pendek karena hormon auksin ini akan terurai dan
terhambat karena terkena cahaya dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi
tanaman tidak terlalu cepat. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih
pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat
gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.
3. tanaman yang lebih mendapar
mineral akan tumbuh baik dan tumbuhan yang tidak mendapat mineral akan kurang
baik atau terganggu pertumbuhannya (pupuk).
4. tumbuhan yang lebih banyak bahan
bahanya akn lebih sempurna karena terdapat mineral air tumbuhan dll disana.
B. Saran
1.Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik
melakukan percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu
seperti hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil.
2. Dalam mengukur tinggi kecambah,
harus dilakukan secara teliti.
3. Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan
kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan
yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik
dan valid.
DAFTAR PUSTAKA
Srikini, Suharno, dkk. 2006. BIOLOGI untuk SMA Kelas XII. Jakarta. Penerbit Erlangga
Diah, Ayulina, dkk. 2011. BIOLOGY
3A for Senior High School Grade II Semester 1. Jakarta. Esis
Saktionon. 2006.
Seribu Pena Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Erlangga. Jakarta
·
·
0 comments:
Post a Comment